aku pernah mendengar seorang pria berusia 55 tahun datang dengan kata "aulia, hentikan tingkah konyolmu, atau akan ayah kurung kamu di dalam sana" tunjuk nya pada sebuah kamar kosong yang aku takutkan kala itu. aku menyebutnya ayah, benar, pria berusia 55 tahun itu adalah lelaki ku, cinta ku sebelum aku mencintai lelaki yang lain.
kala ia pulang dari kerjanya, aku akan mengejar nya, kemudian dia berkata "main nya nanti ya nak, ayah sedang lelah" aku tersenyum kecil lalu pergi, 15 menit kemudian pria itu sudah berganti pakaian dengan santai.
kemari, katanya kala itu, aku duduk di pangkuan nya, menikmati lomba yang sedang berjalan, lalu dia berbicara, katanya
"anak gadis ayah, kamu tau, dunia besar nak, banyak orang baik, banyak orang jahat, sesuai keberuntungan, kita akan bertemu yang baik atau yang jahat. kalau nanti usia kaka sudah 18 tahun, kaka harus beda kan mana harus mana tidak harus, jika tidak penting kesampingkan dulu, jika penting kedepankan dulu. Langit luas ya nak, seluas harapan ayah, seluas ingin nya ayah, seluar doa nya ayah, kelak besar nanti saat ayah masih ada atau tidak, kamu akan tau, ada banyak nya manusia yang menginginkan sukses tetapi gagal, karena terlena dia lupa cita - cita nya. mungkin ini akan jadi kehidupan kamu yang di mulai, kamu tau, kamu akan dewasa ketika kamu tau artinya, jatuh, mengalah, bangun, kuat dan kembali berusaha tidak papa, kamu akan paham nanti nya, kenapa sejak kecil ayah memperkenalkan dunia luas ini padamu, karena ayah ingin, kamu memandang semua nya bukan hanya fokus pada satu titik."
kala itu, aku sebagai anak berusia 12 tahun diam, tidak memahami apa yang di bicarakan oleh nya, aku hanya mengangguk dan berkata, aku akan sukses, lain kali seluruh dunia akan bangga padaku.
dan ketika aku jatuh dunia yang bertanya, apa yang harus di buktikan jika kamu sudah kalah?
ayah juga akan mengatakan hal sama, begitu pun semua orang.
mama datang dengan uluran tangan nya, dia bilang, hari dimana kamu beranjak dewasa mungkin kami tidak akan sadar jika ada sikap yang melukai hatimu, mungkin tumbuh mu nanti akan di saksikan banyak proses dan ketika dunia diam, mereka semua akan mulai membicarakan mu dengan kasar dan saat kata - kata kasar itu melukai putri mama, mama akan diam, karena ada saatnya mama juga bagian dari mereka.
sampai saat ini, ketika usia ku lewat 18 tahun aku paham, bagaimana aku lahir sebagai anak pertama, bagaimana aku lahir jadi seorang perempuan, bagaimana aku lahir jadi seorang kaka, dunia mau memberi ku ujian nya dan aku harus mengikuti dua ujian tersebut, takdir dan dunia, aku akan kalah ketika dunia tidak lagi dapat aku genggam.
mah, yah, kataku masih sama "aku akan sukses, lain kali seluruh dunia akan bangga padaku."
209 viewsA., 17:18